Powered By Blogger

Senin, 12 April 2010

Hatta Rajasa Diminta Hadir Bahas APBN-P 2010



Senin, 12 April 2010 - 15:51 wib


JAKARTA - Komisi XI DPR RI meminta Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk hadir dalam pembahasan APBN-P 2010 sebagai perwakilan pemerintah.

Hal tersebut diacu dari surat yang dilayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada DPR terkait perwakilan pemerintah untuk pembahasan APBN-P 2010, di mana dalam surat tersebut disebutkan bahwa DPR dapat memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian baik bersama-sama ataukah secara terpisah untuk membahas APBN-P 2010.

Demikian isi surat Presiden dengan No. R21-Pres/03/2010 tertanggal 25 Februari disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Sumaryoto saat memulai Rapat Kerja di Komisi XI DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/4/2010).

Dalam pembahasan APBN-P sebelumnya memang tidak pernah melibatkan Menko Perekonomian dalam Rapat Kerja Pemerintah dan DPR. Perwakilan pemerintah hanya diwakili oleh Menteri Keuangan saja didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI).

Permintaan untuk ikut menghadirkan Menko Perekonomian tidak lepas dari kasus Bank Century yang menyeret nama Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Meskipun tidak secara tergas menyatakan boikot terhadap Menteri Keuangan, namun dengan adanya surat tersebut DPR menagih janji untuk mendatangkan Menko Perekonomian dalam pembahasan APBN-P tersebut. Permintaan kehadiran Menko Perekonomian sendiri menuai pro dan kontra antar Anggota Komisi XI.

Menanggapi perdebatan yang ada, Wakil Ketua Komisi XI Melkhias Markus Mekeng menegaskan bahwa semestinya pembahasan terkait hal tersebut dibicarakan secara internal terlebih dahulu. Ditegaskannya bahwa kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke rapat komisi atas dasar undangan dari komisi XI.

"Menteri Keuangan ke sini atas undangan dari kita. Kalau Menteri keuangan enggak mau datang, ya enggak usah diundang menteri keuangannya, harusnya bicara dulu di internal komisi," ujarnya.

Penjegalan Sri Mulyani untuk berbicara di DPR ini adalah kali kedua dialaminya seusai Rapat Kerja Perdana dengan Badan Anggaran (Banggar) Jumat lalu yang membuat tiga orang anggota Banggar walk out dari ruang rapat karena usulannya untuk membuat Sri Mulyani tidak perlu bicara dalam rapat tidak disetujui Ketua Banggar, Harry Azhar Azis.(ade)


www.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar